Rabu, 09 Juni 2010

ETIKA DALAM MENGGUNAKAN LIFT











PENDAHULUAN

Selamat datang di “Etika dalam menggunakan lift/Elevator”. Ada dua alasan yang mungkin anda miliki untuk membaca ini. Salah satu alasan mempelajari tentang etika dalam menggunakan lift yaitu anda dapat menjadi orang yang lebih baik dan membantu orang di sekitar anda sehingga memiliki hari yang lebih baik. Untuk anda semua kami ucapkan selamat membaca dan salam sejahtera. Mari kita ciptakan dunia yang lebih baik dengan menerapkan etika dalam menggunakan lift.

Di sisi lain, anda mungkin termasuk kategori pembaca yang kedua dimana anda yang tidak yakin benar mengapa anda harus membaca “Etika dalam menggunakan lift”. Anda harus membaca informasi ini seperti anda melihat label kecil yang tertera dibalik pakaian yang akan anda gunakan. Atau, mungkin anda membaca tentang ini karena pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan ketika anda dalam menggunakan lift. Jika anda termasuk dalam kategori tersebut, kami senang anda dapat membaca tentang hal ini. Kami berharap ketika anda telah membaca ini dapat mengetahui kesalahan anda dan memperbaiki perilaku anda dalam menggunakan lift. Yang terpenting bacalah semuanya. Sehingga anda dapat menemukan keyakinan etika dalam menggunakan lift.

1. MEMANGGIL / MENUNGGU

a. "PERGI SATU LANTAI ?”

Jika anda akan naik atau turun satu lantai, gunakanlah tangga! Peraturan ini berlaku terutama pada saat jam sibuk seperti pada pagi atau siang hari.

Pengecualian:

1. Bila anda memiliki sebuah gerobak, kereta dorong atau paket besar

2. Ketika lift dalam keadaan kosong

3. Jika anda kurang sehat atau terluka

>> Lanjutkan untuk: Menekan Tombol Panggilan ...

b. "Menekan Tombol Panggilan"

i. Menekan tombol berulang-ulang,

JANGAN PERNAH menekan tombol kembali ketika seseorang telah menekannya. Hal ini menunjukkan bahwa anda juga tidak mengerti cara kerja tombol, atau anda tidak percaya kepada orang yang telah menekan tombol tersebut.

ii. Tunggulah pintu

Ketika anda tiba sementara pintu telah tertutup, terlepas dari berapa banyak orang yang berada di dalam lift, JANGAN menekan tombol. Orang-orang yang telah berada di dalam lift telah siap secara mental untuk menggunakan lift dan tidak perlu mengganggunya. TUNGGU sampai pintu lift benar-benar tertutup sebelum menekan tombol.

Jika anda telah menekan tombol karena ketidaksengajaan, dan pintu berhenti menutup, jangan langsung masuk ke dalam lift kecuali apabila diminta. Lebih baik memohon maaflah dan tunggu sampai lift mereka berjalan.

iii. Memohon permintaan

Jika anda memohon permintaan kepada seseorang untuk menekan tombol yang anda tuju, sebaiknya dilakukan kepada seseorang yang tidak jauh dari tombol atau ketika anda sulit menjangkau tombol yang anda tuju.

>> Lanjutkan ke: Paket yang besar...

c. "Paket terlalu besar"

Kasus lain, ketika anda membawa atau mendorong paket yang besar, sebaiknya anda menunggu lift yang kosong. Jika anda diperbolehkan ikut dalam satu lift, pastikan semua pengguna lift menyetujuinya. Jika anda tidak yakin, lebih baik anda bersikeras untuk menunggu lift kosong yang berikutnya.

>> Lanjutkan ke: Menunggu Lift - Biarkan Mereka untuk Keluar ...

2. MENUNGGU LIFT

a. "Biarkan Mereka untuk Keluar"

Sementara menunggu lift, berdirilah MENJAUH dari pintu yang akan terbuka. JANGAN beranjak dari tempat kecuali anda telah yakin semuanya telah keluar dari lift. Jika ada seseorang yang akan keluar, ijinkan dia untuk keluar dari lift terlebih dahulu sebelum lift akan melakukan perjalanan kembali.

>> Lanjutkan ke: Periksa Arah Tujuan...

b. "Periksa Arah Tujuan"

Agar terhindar dari kejadian yang memalukan, periksalah selalu arah tujuan sebelum anda menggunakan lift. Jika anda tidak dapat melihat lampu indikator, tanyakanlah dengan sopan kepada pengguna yang lain kemanakah arah tujuan lift yang digunakan. JANGAN menghentikan pintu yang akan menutup untuk melakukan hal ini.

>> Lanjutkan ke: Lift yang Penuh ...

c. "Lift yang Penuh"

Untuk menentukan lift yang akan digunakan, tentukanlah bahwa lift tersebut memuat cukup ruang dan memberikan kenyaman bagi anda. Sebagai logika, harus terdapat dua ruang orang, bagi setiap satu orang yang akan menggunakan lift.

Selama jam sibuk, anda mungkin akan menemukan lift yang penuh. Jika tidak ada yang berbicara kepada anda untuk masuk lift, para pengguna akan menyediakan ruang untuk anda, dengan kata lain mereka mengijinkan anda untuk masuk lift. Jika anda bersama orang lain, jangan berharap anda dipersilahkan masuk. Lebih baik anda berpisah dan setuju untuk bertemu di lantai tujuan anda.

>> Lanjutkan untuk: Siapa yang Pertama?...

d. "Siapa yang Pertama?"

Secara umum bahwa mereka yang berdiri dekat dengan pintu sebaiknya diizinkan untuk pertama keluar dari lift. Pada prakteknya, sebaiknya para pria harus mempersilahkan para wanita terlebih dahulu untuk keluar dari lift.

>> Lanjutkan ke: Menahan Pintu ...

e. "Menahan Pintu"

Menahan pintu bagi seseorang yang sedang berjalan menuju lift dapat dilakukan ketika lift dalam keadaan kosong atau dengan memohon persetujuan kepada pengguna yang lain untuk menunggu.

>> Lanjutkan ke: Menutup pintu ...

f. “Menutup Pintu"

Untuk menutup pintu gunakanlah hanya tombol tutup pintu apabila sudah yakin bahwa tidak ada orang yang mencoba menaiki lift atau apabila tidak ada pengguna lain yang mempunyai tujuan yang sama. Tidak sopan apabila menutup pintu pada saat pengguna lain bergerak menuju lift.

Hal yang dapat dilakukan untuk menutup pintu ketika anda berada dalam lift yang penuh kemudian berhenti di sebuah lantai untuk pengguna lain yang akan menggunakan lift berikutnya. Berikanlah pengguna lift kesempatan untuk membuat keputusan apakah pengguna lain dapat dipersilahkan masuk atau tidak sebelum menutup pintu.

>> Lanjutkan ke: memblokir Pintu ...

g. "Memblokir Pintu"

Sangat tidak sopan apabila memblokir pintu lift dari luar untuk alasan apapun. Jangan menyalahgunakan pintu lift guna keselamatan. Menahan pintu dengan kaki menempel, tangan, payung, tas atau barang lainnya di depan pintu lift yang akan menutup.

>> Lanjutkan ke: Dimana harus Berdiri ...

h. "Di mana harus Berdiri"

Anda harus berdiri sebisa mungkin dekat dinding. Pertimbangkan lantai tujuan anda dan berdiri di bagian belakang jika tujuan anda ke lantai yang paling tinggi. Jika tujuan anda ke lantai yang lebih rendah, berdirilah di bagian depan. Jika anda memilih untuk berdiri di dekat tombol, sadarilah bahwa anda memiliki tanggung jawab.

Sebisa mungkin menyediakan ruang antara anda dan pengguna yang lain. Selalu berdiri menghadap pintu.

>> Lanjutkan ke: Setelah Pintu Tertutup - Berbicara dan Bernyanyi ...

3. Setelah Pintu Tertutup

a. "Berbicara dan Menyanyi"

Pada umumnya percakapan di dalam lift dapat dilakukan, namun percakapan yang dilakukan dapat diterima asalkan tidak mengganggu orang lain yang berada dalam lift. Hindari lelucon yang tidak senonoh dan topik yang bisa menyinggung perasaan orang lain. Jika anda merasa para penumpang lain tidak menikmati diskusi anda STOP berbicara dan lanjutkan ketika anda telah tiba di lantai tujuan anda.

Perhatikanlah Ketika berbicara di dalam lift, bicara lembut dan tidak berasumsi bahwa setiap orang dalam lift peduli tentang apa yang anda katakan.

Jika kepribadian anda terbiasa dengan memulai percakapan dengan orang asing, mulailah dengan diskusi ringan tentang cuaca atau peristiwa saat ini. Hindari topik yang mungkin bisa terpotong ketika salah satu dari anda mencapai lantai tujuan. Para pria harus berhati-hati ketika memulai percakapan dengan seorang wanita asing - terutama jika lift berada dalam garasi parkir atau bangunan kosong.

Jika para pengguna lift sedang melakukan percakapan, JANGAN berpikir untuk bergabung dengan percakapan mereka. Jangan memotong pembicaraan kecuali anda dipersilahkan untuk bergabung dalam diskusi mereka.

Jangan mengolok-olok orang ketika orang tersebut turun dari lift. Anda tidak akan pernah tahu apakah pengguna lain di dalam lift mengenal orang itu.

Menyanyi, bergumam dan bersiul umumnya tidak dianjurkan. Jika anda mengenakan headphone, sebaiknya volumenya dikecilkan sehingga tidak dapat terdengar oleh pengguna lain.

>> Lanjutkan ke: Menyentuh dan Mendekat ...

b. "Menyentuh dan Mendekat"

Pada umumnya, sebaiknya tidak menyentuh pengguna lift lainnya dengan sengaja. Jika anda tanpa sengaja menyenggol seseorang dengan bawaan anda atau bagian dari tubuh anda, segeralah minta maaf karena melanggar ruang pribadi mereka.

Selalu menghormati ruang pribadi dari pengguna lain. Bayangkan sebuah tabir penyekat yang tak terlihat memanjang berjarak sekitar satu kaki dari orang tersebut, lihatlah sebagai ruangan dan menjaga areanya. Amati di mana anda harus berdiri, sebaiknya anda berdiri bersebelahan dengan orang tersebut tanpa memasuki ruang pribadinya, hal ini membatu pemerataan beban lift.

Jika anda menggunakan lift dengan pasangan anda, dimana saling menyentuh dengan berpegangan tangan. Jangan melakukan kemesraan dihadapan pengguna lain yang telah masuk. Kegiatan intim di dalam lift kosong sangat tidak disarankan, dan resiko ditanggung oleh anda sendiri. Orang lain tidak ingin berkompromi melihat anda dalam posisi itu ketika pintu terbuka. Jangan gunakan tombol stop darurat untuk tujuan yang pribadi - ada banyak tempat di mana anda bisa mendapatkan privasi tanpa melibatkan orang lain.

>> Lanjutkan untuk: Masalah Kesehatan ...

c. "Masalah Kesehatan"

Jika anda menggunakan lift saat sakit, pertimbangkan untuk menggunakan lift yang kosong. Kedekatan anda dengan orang lain dalam lift dapat menyebabkan tersebarnya suatu kuman.

Jika anda terserang flu, tutuplah mulut anda dan jangan sentuh tombol tanpa menggunakan tissue. Selalu menutup mulut anda ketika bersin di dalam lift.

Lebih baik, anda memberitahu kepada pengguna lain bahwa anda dalam kondisi sakit sebelum mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam lift. Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk mempertimbangkan situasi yang nyaman bagi mereka mengingat kondisi anda yang sedang sakit.

Jangan pernah, dalam keadaan apa pun membuang air kecil atau air besar di didalam sebuah lift. Hal ini tidak akan pernah dianggap lucu oleh siapapun. Melakukan hal ini dapat menyebabkan resiko serius bagi kesehatan para pengguna lift serta personil yang melakukan perawatan lift.

Menggunakan lift ketika anda dalam keadaan mabuk harus dihindari. Kondisi ini dapat membahayakan diri anda dan pengguna lain. Gunakanlah tangga dan berpegangan pada railing tangga.

Jangan merokok di dalam lift.

>> Lanjutkan untuk: Menekan Tombol Lantai ...

d. "Menekan Tombol Lantai"

i. Jangan Menekan Tombol Berulang-ulang

Perhatikan kembali tombol yang telah ditekan ketika anda memasuki lift. Setelah tombol ditekan, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Kembali menekan tombol lantai tidak akan membuat lift bergerak cepat membawa anda ke lantai tujuan. Menekan tombol berulang-ulang adalah perilaku yang tidak sopan terhadap orang yang telah menekan tombol dan ini sangat menjengkelkan.

ii. Menekan Tombol untuk Orang Lain

Jika anda dekat dengan panel tombol di dalam lift, anda mempunyai tanggung jawab untuk membantu menekan tombol tambahan. Ini adalah tugas anda untuk memastikan bahwa pengguna lain telah menekan tombol untuk lantai yang telah mereka tekan. Hal ini juga membantu ketika pengguna lain yang kesulitan untuk menjangkau tombol lift dan menghilangkan stres bagi mereka yang tidak dapat menjangkau tombol.

Dimanapun posisi anda, jika anda diminta untuk menekan sebuah tombol, sebaiknya tekanlah tombol yang diminta atau sampaikan kepada orang yang paling dekat dengan panel tombol.

iii. Membuat kesalahan?

Pastikanlah bahwa hanya satu tombol yang telah ditekan bagi seorang pengguna yang akan keluar. Namun, apabila anda salah menekan tombol untuk lantai yang salah, tunggulah sampai pintu terbuka di lantai itu dan meminta maaflah kepada mereka yang berada di lift. Anda dapat menekan tombol pintu tertutup untuk mengurangi waktu yang terbuang.

>> Lanjutkan ke: Bagasi dan Elevator ...

e. "Bagasi dan Elevator"

Bila anda merasa perlu untuk memasukan bagasi ke dalam lift, tunggulah lift yang kosong bila memungkinkan. Jika anda kerepotan dengan bagasi anda, pastikan ada ruang yang cukup bagi anda dan bagasi anda tanpa mengganggu ruang pribadi pengguna lain.

Cobalah untuk tetap dekat dengan pintu ketika membawa bagasi sehingga mengurangi ketidaknyamanan pengguna lain ketika anda akan keluar.

>> Lanjutkan untuk: Menghentikan lift ...

f. "Menghentikan Lift"

Tombol berhenti darurat digunakan untuk keadaan darurat saja. Jangan gunakan tombol ini untuk alasan pribadi.

Menggunakan lift penumpang untuk pengangkutan barang sangat tidak dianjurkan. Namun, jika itu harus terjadi, hindari menghentikan lift untuk jangka waktu yang lama.

>> Lanjutkan untuk: Keluar – Wanita Terlebih Dahulu...

4. Keluar

a. "Wanita Terlebih Dahulu"

Para Pria harus mengizinkan wanita terlebih dahulu keluar lift, kecuali anda memblokir pintu.

>> Lanjutkan ke: Aturan “beri saya Jalan” ...

b. "Aturan" beri saya Jalan”

Dalam lift yang penuh sesak, ketika ada orang lain antara anda dan pintu, katakanlah dengan sopan bahwa lift telah tiba di lantai yang anda tuju dan bersikap sopanlah ketika anda melewati kerumunan. Mendorong pengguna lain sangat tidak disarankan.

>> Lanjutkan untuk: Keluar dari Lift ...

c. "Keluar dari Lift"

Ketika anda berdiri di antara seseorang yang akan keluar dan pintu lift, berikanlah jalan kepada pengguna yang akan keluar dengan sopan. Jika perlu, keluarlah dari lift dahulu, sehingga mereka dapat keluar dan kembalilah ke dalam lift untuk melanjutkan perjalanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar